TUGAS TUTORIAL KE 3 MKDK4002 PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
SOAL
1. Jelaskan dalam menurut pemahaman anda strategi belajar ABC untuk siswa berkebutuhan khusus serta contoh penerapannya !
2. Analisis dan jelaskan ciri utama/ khasnya kriteria perencanaan pembelajaran siswa SD !
3. Upaya intervensi diri terhadap peserta didik memiliki disfungsi perkembangan, hendaknya ditujukan terhadap dua aspek yaitu aspek perkembangan sosial dan aspek perkembangan kognitif. Dari uraian tersebut, mengapa disfungsi perkembangan hanya menekankan lebih kepada dua aspek saja yaitu kepada perkembangan sosial dan perkembangan kognitif ? jelaskan !
JAWABAN
1. Strategi belajar ABC
A atau antacedent (prakejadian) adalah pemberian intruksi, anak diberi waktu 3-5 detik untuk merespon.
B atau behavior (perilaku) yaitu respon anak.
C atau consequence (konsekuensi atau akibat). Konsekuensi harus seketika.
Metode ini sendiri adalah sebuah metode untuk memperbaiki atau menghilangkan perilaku yang negative dan bisa digunakan untuk meningkatkan dan menguatkan perilaku-perilaku positif. Jika digunakan untuk mengubah prilaku contohnya: Apabila suatu perilaku yang dilakukan memberikan akibat (consequensi) yang menyenangkan (imbalan), maka perilaku akan diulang. Sebaliknya apabila suatu perilaku memberikan suatu perilaku yang tidak menyenangkan atau tidak mendapat imbalan maka perilaku akan berhenti. Jika digunakan untuk belajar hal lain. Contohnya: Ketika guru memerintahkan anak (A) untuk menyebutkan nama-nama binatang, lalu disini anak tidak merespon (B) apa yang diperintahkan guru maka guru disini memberikan prompt (C) sampai anak bisa merespon dengan baik. Dan jenis prompt yang diberikan tergantung kebutuhan yang diperlukan. Perlu diketahui bila anak dapat merespon dengan benar maka sangat penting untuk memberi imbalan karena merupakan hadiah atau penguat agar anak mau melakukan terus dan menjadi mengerti pada konsepnya. Besarnya imbalan juga perlu disesuaikan dengan tingkat kesulitan aktivitas yang harus dilakukan anak, bila ringan cukup dengan verbal saja (pujian, seruan dan sebagainya).
2. Perencanaan pembelajaran siswa SD sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada di dalam pembelajaran atau dengan pengertian lain yaitu suatu proses mengatur, mengkoordinasikan, dan menetapkan unsur-unsur atau komponen-komponen pembelajaran Perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan materi pelajran yang harus dipeljari, meruuskan sumber belajar atau media pembelajaran yang akan digunakan. Fungsi perencanaan sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis. Kriteria perencanaan pembelajaran siswa SD adalah Terarah pada pencapaian tertentu. Artinya setiap perencanaan yang dilakukan harus mengacu pada tujuan tertentu. Dilakukan oleh orang yang mampu membuat rencana dan memahami tujuan yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran. Jelas. Perencanaan yang dibuat harus benar-benar dilaksanakan . Oleh karena itu perencanaan harus dibuat secara detail dan rinci, agar tidak kesulitan dalam mencerna.
3. Karena pada perkembangan kognitif dan perkembangan sosial memiliki pengaruh paling besar dalam perkembangan peserta didik. perkembangan kognitif berkaitan dengan potensi intelektual yang dimiliki individu, yakni kemampuan untuk berfikir dan memecahkan masalah sedangkan perkembangan sosial sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerja sama Anak adalah seorang individu yang unik dengan segenap potensi yang dimiliki. Anak dilahirkan belum bersifat sosial. Dalam arti, dia belum memiliki kemampuan untuk bergaul dengan orang lain. Untuk mencapai kematangan sosial, anak harus belajar cara menyesuaikan diri dengan orang lain. Kemampuan ini diperoleh anak melalui berbagai kesempatan atau pengalaman bergaul dengan orang-orang di lingkungannya, baik orang tua, saudara, teman sebaya atau orang dewasa lainnya. Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerja sama. Kematangan sosial anak akan mengarahkan pada keberhasilan anak untuk lebih mandiri dan terampil dalam mengembangkan hubungan sosialnya. Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua di keluarga dan guru, kepala sekolah serta tenaga kependidikan lain di sekolah dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma-norma kehidupan bermasyarakat atau mendorong dan memberikan contoh kepada anak bagaimana menerapakan norma-norma tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Anak dilahirkan belum bersifat sosial, artinya anaktersebut belum memiliki kemampuan untuk bergaul dengan orang lain. Untuk mencapai kematangan sosial, anak harus belajar cara menyesuaikan diri dengan orang lain. Kemampuan ini diperoleh anak melalui berbagai kesempatan atau pengalaman bergaul dengan orang-orang di lingkungannya, baik orang tua, saudara, teman sebaya atau orang dewasa lainnya. perkembangan kognitif berkaitan dengan potensi intelektual yang dimiliki individu, yakni kemampuan untuk berfikir dan memecahkan masalah. Aspek kognitif juga dipengaruhi oleh perkembangan sel-sel syaraf pusat di otak. Penelitian mengenai fungsi otak (Woolfolk, 1995) dapat dibedakan berdasarkan ke-dua belahan otak, yakni otak kiri dan otak kanan. Otak kiri berkaitan erat dengan kemampuan berfikir rasional, ilmiah, logis, kritis, analitis, dan konvergen (memusat). Dengan demikian kegiatan yang banyak melibatkan fungsi otak kiri adalah membaca, berhitung, belajar bahasa dan melakukan penelitian ilmiah. Sedangkan otak kanan berkaitan erat dengan kemampuan berfikir intuitif, imajinatif, holistik dan divergen (menyebar). Kegiatan yang dominan menggunakan otak kanan diantaranya adalah melukis, bermain music, kerajinan tangan.
Komentar
Posting Komentar